Dalam beberapa minggu ini, kita sebagai pengusaha server pulsa sangat terkendala dengan stok telkomsel yang sangat susah untuk kami dapatkan. Dengan keadaan ini, terpaksa banyak agen kami ataupun pelanggan setia PULSAHOLIC.NET terpaksa gigit jari menerima keadaan seperti ini. SUBALI berinisiatif untuk segera bangkit mengatasi keadaan ini. Salah satunya adalah dengan mengundang pihak Telkomsel Bali Nusra untuk duduk bersama membahas permasalahan ini.
Pada tanggal 27 Januari 2011 kemarin telah terjadi pertemuan antara SUBALI dengan perwakilan Telkomsel di Rumah Makan Pondok Kuring, Renon Denpasar. Dalam pertemuan itu dibahas antara lain tentang minimnya stok di pasaran akibat dari kebijakan HARD CLUSTER yang diterapkan oleh pihak Telkomsel. Adapun dari pihak Telkomsel Bali Nusra yang hadir adalah :
- Bpk Syaiful Bachri (GM SCS Telkomsel Bali Nusra )
- Bpk Kusnandar ( Manager Grapari Denpasar/ Bali )
- Bpk. Anto Achmad ( Manager Grapari Kupang )
- Bpk. Ana Kurnia
Sedangkan dari pihak Dealer yang hadir adalah :
- Bpk. Ronny Thamadi ( AD Akardaya Cluster : Kab. Badung)
- Bpk. Wayan ( AD GCI cluster : Karang Asem)
- Bpk. Dewa Made Pura ( AD SMI Cluster ; Denpasar Timur dan Bangli )
- Bpk. Aru ( AD Rajawali Cluster : Gianyar, Klungkung )
- Bpk Pranata Setiaji ( AD Duta Dharma Cluster Denpasar )
- Ibu Berta ( AD Simpatindo Cluster : Tabanan )
- Ibu Shinta ( AD Telesindo Cluster : Jembrana )
Dan beberapa teman pengusaha server pulsa area Bali Nusra yang namanya terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu di halaman ini. Lebih lengkapnya anda bisa melihat member SUBALI disini
Latar belakang diadakannya pertemuan tersebut adalah tidak lain adalah untuk meminta penjelasan lebih rinci tentang Hard Cluster, cara bermain, dan solusi yang terbaik untuk semua pihak agar semuanya menjadi tersenyum kembali.
Dialog yang terjadi selama kurang lebih 1,5 jam antara pihak Telkomsel - Dealer - Pengusaha Server Pulsa, didapatkanlah solusi yg menurut kami sebagai pengusaha server pulsa sangat merepotkan. Dan solusi itu adalah sebagai berikut :
- Kebijakan Hard Cluster sdh mulai diimplementasikan pada Bulan januari 2011 dan sosialisasi sdh mulai di lakukan oleh para mitra AD Lead AD di masing-masing Cluster. Sejak semester ke 2 pada tahun 2010.
- Tujuan dari HardCluster sendiri adalah untuk menertibkan atau merapikan stok yang terdistribusi yang selama ini dianggap Telkomsel sedikit berantakan dengan harapan terjadi pertumbuhan pendapatan asli daerah ( yang rapi seperti apa yah ?? ).
- Telkomsel Pada prinsipnya mengakui dan tetap akan mengakomodir peran distribusi yang dilakukan oleh Server , untuk itu Telkomsel hanya mengalokasikan 30% dari alokasi DOA para dealer untuk diberikan pada pemain server.
- Untuk itu semua server harus segera menginduk pada Lead AD yang memiliki custer dimana tempat server beroperasi. ( kenyataannya tdk semua dealer mau ngasih Stok, trus kita nginduk kemana yah..?? )
- Server di himbau untuk segera melakukan mapping dan menata downlinenya , setiap downline yang melakukakan transaksi di minta untuk mengambil stok di cluster tempat downline tersebut bertransaksi.
- Populasi Server banyak terkonsentrasi di Kota Denpasar dan Kab. Badung, untuk itu alokasi 30 % dari Lead AD di cluster tsb tidak akan mencukupi kebutuhan Stok Mkios para pemain server.
- Server di himbau untuk lebih agresif membina downline di clusternya serta membantu Lead AD meningkatkan revenue Di Cluster tsb , yang pada akhirnya akan meningkatkan alokasi stok untuk kebutuhan mkios para pemain server.
Dari solusi diatas, banyak dari pengusaha server pulsa masih merasa belum puas dan sangat terlihat klise sekali untuk beberapa point diatas. Banyak sekali kendala yang akan dihadapi pengusaha server pulsa di Indonesia terkait hal ini. Namun saya percaya, nothing is impossible.
Bisa saya simpulkan kaitannya dengan hal di atas bahwa saat ini operator seluler di Indonesia khususnya Telkomsel dengan kebijakan Hard Clusternya adalah ibarat seorang ibu yang akan memberikan bubur kepada anaknya yang berusia 1-2 tahun namun si ibu tidak memberikannya dalam bentuk SUDAH JADI, namun dia memberikan Panci, Sendok, Beras, Kompor, dan berharap si anak tersebut yang notabene masih usia 1-2 tahun bisa mengolahnya sendiri menjadi sebuah BUBUR.
Semuanya kembali ke kita, saat ini pilihan kita hanya 2, yaitu membuat BUBUR sendiri atau mengharapkan ASPINDO (Asosiasi Server Pulsa Indonesia) dan pemerintah segera mencari jalan keluar yang benar-benar terbaik, bukan sekedar jawaban klise untuk kta semua.





untuk telkomsel.... bos... tujuan kita buka server itu membantu org2 yang modal kecil, untuk bisa punya usaha sendiri.... skrg kalau dibuat seperti ini..., kita liat aja..., angka pengangguran akan bertambah.... silahkan dilanjutkan bos.... kalau banyak yang komplain, itu yg kena bukan telkomsel loh... tapi kita2 yg dibawah ini bos.... situ sih nyante aja...ckckckkckckkckck... trs 1 lg bos telkomsel..., maaf dulu nih sebelumnya..., kita bangun usah server ini pake fulus.... eh skrg tinggal diancurin gitu aja... ckckckkck maaf lagi dah...
BalasHapusPulsa saat ini udah seperti sembako.. kemana-mana selalu dicari dan dinanti. Karenanya bisnis pulsa adalah peluang usaha yang menjanjikan dan diprediksi tak akan mati
BalasHapusWakakakak.... Telkomsel ditengah sibuk2nya perang harga sama XL... kok skrng malah batasi stok ??? reseler sulit cari stok krn banyak AD yg buat tuk servernya sendiri... jadi distribusi ke konter2 jadi terbatas.... aplagi ke server saingannya... wakakak bisa2 ngak dpt stok tuh... (kasian server lain yg bukan merangkap AD) udah aja gelontor stok sebanyak2nya... GITU AJA KOK REPOT... apa dah kalah dgn XL... jd stok nya sedikit2 yg didistribusikan... wakakkakakak
BalasHapusKlo bukan AD buka server sich ndak masalah,,nie banyak AD yang buka server sendiri,jadinya stok dimakan sendiri ama AD,kita kita pengecer hanya bisa gigit jari,malah disuruh daftar ke server AD dan lagi kalo TELKOMSEL mau konsekuan atur cluster yg bener,biar ndak rancu kita harus cari stok dimana,kita tinggal di denpasar cari AD denpasar ndak dapet stok,,eh cari AD cluster lain dapet ,,,bener ndak tuuuuuuu
BalasHapusga jaman VOC msi ada praktek monopoli dasar kapitalis
BalasHapus